Blog
Mengenal Perbedaan Scarf dan Hijab, Syal, serta Pashmina
Wanita muslimah umumnya menyebut penutup kepala sebagai kerudung. Namun, Anda perlu memahami perbedaan scarf dan hijab secara mendalam, terutama jika ingin terjun ke bisnis fashion. Variasi produk ini sangat luas, mulai dari ukuran, bentuk, hingga desain dan karakteristik kainnya. Sayangnya, keberagaman varian ini sering kali membuat banyak orang, termasuk pelaku bisnis pemula, sulit membedakan item fashion satu dengan yang lainnya.
Masyarakat sering rancu saat membedakan antara scarf, hijab, syal, dan pashmina di pasaran. Padahal, masing-masing memiliki fungsi dan segmentasi pasar yang unik. Agar strategi produksi bisnis Anda tepat sasaran, mari kita bedah secara teknis apa sebenarnya karakteristik unik mereka serta varian lainnya di bawah ini.
1. Perbedaan Scarf dan Hijab: Karakteristik Scarf Segi Empat

Scarf merupakan salah satu jenis penutup kepala yang saat ini mendominasi pasar fashion muslim di Indonesia. Konsumen banyak mencari produk ini baik untuk penggunaan pada acara formal maupun kasual. Jika melihat dari karakteristik hijab model scarf, produk ini umumnya berbentuk persegi sama sisi (square). Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas bagi para desainer untuk mengkreasikannya dengan berbagai teknologi printing modern.
Berikut adalah beberapa ciri khas teknis scarf yang membedakannya dari item lain:
- Anda dapat memproduksinya menggunakan berbagai material premium seperti bahan voal printing (Ultrafine, Superfine) hingga bahan satin silk yang memberikan kesan mewah.
- Produsen bisa mengaplikasikan desain custom, baik warna polos maupun motif full printing yang rumit.
- Memiliki fungsi multiguna; selain sebagai penutup kepala, Anda bisa menggunakannya sebagai aksesori leher (neck scarf), hiasan tas, atau outer tambahan.
- Pasar lokal sering mengidentikkan item ini sebagai kerudung segi empat premium yang menjadi favorit para hijaber di Indonesia.
2. Definisi Hijab dalam Konteks Fashion Muslim

Secara etimologi, kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti “penghalang” atau “penutup”. Maknanya sebenarnya sangat luas. Namun, dalam konteks busana muslimah dan syariat Islam, kita memaknainya sebagai tata cara berpakaian yang pantas untuk menutup aurat. Inilah poin kuncinya; hijab adalah konsep payungnya (umbrella term).
Jika kita berbicara mengenai produk, jenis hijab bisa terdiri dari berbagai bentuk turunan seperti kerudung segi empat, khimar syar’i, hingga pashmina. Jadi, produk scarf yang kita bahas sebelumnya sebenarnya adalah bagian dari kategori besar ini, namun dengan spesifikasi bentuk yang lebih spesifik.
3. Apa itu Syal? Fungsi dan Materialnya

Kata syal mengambil serapan dari bahasa Persia yang merujuk pada pakaian sederhana yang melilit tubuh. Berbeda dengan kerudung pada umumnya, syal memiliki fungsi spesifik sebagai penghangat tubuh. Bentuknya bisa berupa persegi panjang yang lebih sempit namun tebal, atau persegi lebar yang kita lipat.
Pabrik tekstil biasanya menggunakan bahan rajutan wol atau katun tebal untuk pembuatan syal karena fungsinya melindungi leher dari cuaca dingin. Meskipun Indonesia adalah negara tropis, penggunaan item ini tetap populer sebagai pelengkap busana saat traveling ke dataran tinggi, naik gunung, atau sekadar gaya hidup (lifestyle).
4. Perbedaan Scarf dan Hijab Model Pashmina

Pashmina merupakan salah satu gaya penutup kepala yang memiliki pangsa pasar tersendiri. Poin utama yang menunjukkan perbedaan scarf dan hijab model pashmina ini terletak pada dimensi atau rasio ukurannya. Jika scarf berbentuk segi empat (square), pashmina memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran standar sekitar 70 x 200 cm.
Dari segi material, awalnya kita mengenal pashmina identik dengan bahan wol cashmere yang hangat. Namun, seiring adaptasi pasar, kini tersedia beragam jenis dan bahan hijab pashmina yang lebih ringan. Salah satu bahan favorit adalah ceruti babydoll atau bahan kaos yang mudah kita bentuk (mouldable) dan tidak licin.
Secara garis besar, keduanya sama-sama berfungsi sebagai penutup aurat. Pilihan konsumen lebih bergantung pada preferensi gaya (styling). Scarf menawarkan kerapian dan kemudahan pemakaian, sedangkan pashmina menawarkan fleksibilitas styling yang lebih variatif.
Peluang Bisnis Memahami Perbedaan Scarf dan Hijab
Setelah memahami spesifikasi teknis di atas, Anda kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai produk mana yang ingin Anda kembangkan. Tren pasar saat ini menunjukkan lonjakan minat yang tinggi terhadap produk scarf dengan motif custom (printing). Konsumen tidak lagi hanya mencari fungsi, tetapi juga eksklusivitas desain dan kualitas bahan.
Jika Anda berencana membangun brand fashion muslim sendiri, kami di Kezka Printing siap menjadi mitra produksi Anda. Sebagai penyedia jasa maklon hijab printing terpercaya, kami menawarkan solusi produksi end-to-end. Mulai dari pemilihan bahan voal premium, proses printing sublimasi dengan tinta original Epson yang aman, hingga finishing laser cut yang presisi. Mari wujudkan koleksi scarf eksklusif brand Anda bersama kami.

